7.10.2013

Program Pemerintah dan Gaya Pacaran

Tulisan ini merupakan salah satu bagian dalam Ebook "A Dearryk Theory" yang akan terbit 28 Oktober 2013 mendatang. 

Program pemerintah secara mudah bisa dibagi menjadi 2 yaitu program jangka pendek dan program jangka panjang. Program jangka pendek adalah program yang hasilnya bisa terlihat dalam waktu singkat sekitar 1-5 tahun. Sementara program jangka panjang hasilnya akan terlihat sekitar 10-20 tahun kemudian.

Indonesia sendiri punya program jangka panjang yang disebut "Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia" yang ditargetkan selesai pada 2025. Kalau program jangka pendek, biasanya setiap kabinet, kementerian dan pemerintah daerah punya sendiri-sendiri.

Program pemerintah itu bisa disamakan dengan Gaya Pacaran. Kok gitu?


Program jangka panjang itu seperti gaya pacaran orang dewasa. Mereka sudah punya pengetahuan dan kesadaran bahwa pacaran itu harus memiliki ujung di waktu yang tepat. Bukan cuma tau enaknya saja.

"Enak"nya dari pacaran orang dewasa itu didapatkan dalam waktu yang lama. Pengorbanan yang diberikan juga banyak, mulai dari biaya, waktu dan tenaga. Selain itu, pacaran positif juga banyak godaannya.  Sekali tergoda, hasil yang didapat tidak akan bagus.

Tapi, pacaran orang dewasa ujungnya jelas adalah perkawinan diwaktu yang tepat. Saat semuanya telah siap, mulai dari fisik, mental dan biaya. Selain itu, "Enak" yang didapat setelah dinyatakan sah bersuami-istri itu akan terasa lebih enak. Disamping itu, tidak akan ada yang mempermasalahkan.

Sama seperti program jangka panjang pemerintah. Dibutuhkan biaya yang sangat besar untuk mewujudkannya serta waktu yang sangat lama. Selain itu, godaannya juga banyak. Jadi, tidak heran kalau beberapa program jangka panjang berhenti di tengah jalan (contoh : Monorail di Jakarta).

Dengan perencanaan yang sudah matang, program jangka panjang umumnya akan memberikan dampak yang sangat besar dan bertahan lama. Walau untuk mencapainya dibutuhkan waktu belasan sampai puluhan tahun.

Program jangka pendek itu seperti pacarannya ABG. Mereka tidak punya cukup pengetahuan dan kesadaran, kemana akhir dari pacaran mereka. Apakah mencari "Enak" saja atau bisa berpikir bahwa ujungnya adalah perkawinan?

Anak ABG cenderung masih labil dan lebih suka mencoba-coba. Mereka belum tau dampak yang akan ditimbulkan jika melakukan ini itu. Semua didasarkan pada emosi dan keinginan, bukan hati nurani dan pikiran.


Jadilah, banyak anak ABG yang mendapat "Enak" dalam waktu singkat. Kenikmatan dari "Enak" itu pun hanya bertahan beberapa saat. Karena tanpa mereka sadari, perbuatan mereka memberikan efek lain yang bisa saja berdampak jangka panjang.

Mirip seperti program jangka pendek pemerintah yang tidak direncanakan secara matang dan hanya mengejar "target" semu. Seperti perbaikan dan pembersihan gorong-gorong tanpa memperbaiki perilaku masyarakat, pada musim hujan sama saja menghasilkan banjir.

Program jangka pendek seharusnya direncanakan sama matang dengan program jangka panjang. Bukan berarti program jangka pendek itu tidak baik, banyak kok program jangka pendek yang bagus asalkan direncanakan dengan baik dan benar.

"Mahakarya tidak selesai dalam semala saja, tapi juga tidak butuh waktu selamanya." -Dearryk Theory
Posted By: Ari Kurniawan

Program Pemerintah dan Gaya Pacaran


Share:

Post a Comment

Facebook
Blogger

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Follow Us

About Me

Ari Kurniawan (@idearik) : Penulis sekaligus pemilik dari Dearryk.Com, saat ini masih duduk di bangku SMA. Punya cita-cita menjadi pengusaha atau pembuat robot.

Hobi membuat mainan dari kertas (paper toys) dan menulis.

Saya Bagian Dari...

Cerpenmu
Photobucket

Stats

Check PageRank

© Dearryk.Com All rights reserved | Theme Designed by Seo Blogger Templates